DESAIN MASJID

Jika berpikir tentang keindahan bangunan yang ada sekarang ini maka akan terbayang berbagai macam bentuk dan model bangunan dengan ciri-ciri dan keunikan masing-masing bangunan. Pada bangunan rumah misalnya kita mengenali ada beberapa desain rumah diantaranya desain rumah minimalis, rumah etnik, rumah klasik dan model yang lain. Nah coba kita lihat jika ditebak jenis bangunan apa yang mempunyai bentuk arsitektur yang paling indah sekarang ini. Ternyata jawabnya adalah masjid. Ya masjid, mengapa desain arsitektur masjid dikatakan yang paling indah. Coba kita lihat bentuk rumah, serigkali yang ada hanya begitu saja dan banyak terkesan ikut-ikutan tren model yang saat ini sedang berkembang dan diminati. Sehingga tidak ada keanekaragaman desain dengan ciri-ciri yang unik. Namun ketika melihat bangunan masjid yang tersebar di seluruh dunia maka bisa kita lihat setiap masjid mempunyai ciri-ciri model arsitektur tersendiri yang unik.

Karena fungsinya sebagai pusat aktivitas kaum muslim, maka masjid di desain untuk aktifitas yang banyak pengguna. Untuk itulah sangat penting untuk dibutuhkan konsep desain yang baik sehingga dapat mewadahi aktivitas-aktivitas kaum muslim. Beberapa konsep mendesain masjid dapat dijawabarkan seperti dibawah ini:

  1. Zonasi

Zonasi merupakan pengelompokkan area tertentu berdasarkan fungsi. Bertujuan untuk memilah dengan jelas fungsi ataupun aktivitas yang terjadi di masjid. Zona masjid dapat terbagi menjadi 2 bagian yaitu zona sholat dan zona non sholat. Adapun pembagian ini bertujuan untuk bisa menampung aktivitas penggunaan masjid di luar aktivitas utama yaitu sholat berjama’ah.Serta dengan konsep ini masjid dapat menampung aktivitas misalnya acara pernikahan, pengajian, ataupun berekreasi di seputaran masjid.

  1. Sirkulasi

Sirkulasi di dalam masjid idealnya dipisahkan antara jalur pria dan wanita, sehingga tidak membatalkan wudhu ataupun mengganggu kosentrasi jama’ah agar tetap fokus dan khusyuk beribadah. Maka ciri masjid yang baik yaitu menghindari potensi bersentuhan antar lawan jenis dan tidak menyulitkan wanita yang hendak membuka jilbab dan menyingkap sebagian pakaiannya ketika akan berwudhu sehingga terlihat sebagian auratnya.

  1. Penghawaan dan pencahayaan

Untuk penghawaan misalnya saat sholat jum’at berlangsung pasti kondisi di dalam masjid penuh, maka keadaan seperti ini pengguna membutuhkan udara segar yang mengalir agar menghindari rasa gerah dan menjaga kenyamanan dalam ruangan. Maka solusi kondisi seperti ini harus memperbanyak bukaan dan menggunakan ventilasi silang. Sedangkan untuk hal pencahayaan dapat dilakukan dengan cara mendesain dinding dengan tidak menutup keseluruhan dinding. Desain dapat berupa dinding roster sehingga cahaya dari luar dapat masuk ke dalam ruangan dan dapat juga mendesain bukaan cahaya pada kubah ataupun lokasi yang tinggi.

  1. Mihrab

Mihrab merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dalam sebuah masjid, yang berfungsi untuk penentu letak posisi imam. Desain mihrab biasanya di desain agak menonjol dari ruangan yang lain. Umumnya desain mihrab di desain dengan geometri dengan nuansa islami.

Selain konsep diatas mendesain masjid harus terpelihara dari yang menggangu ke khusyu’an sholat misalnya gangguan suara yang berasal dari kesalahan penempatan genset, jalan raya yang ramai,dll. Sehingga solusinya dengan menanam pepohonan yang rimbun berfungsi sebagai filter / peredam kebisingan jalan raya. Kemudian gangguan visual yang terdapat dalam sebuah gambar dan ornamen-ornamen yang berlebih-lebihan, silau cahaya , warna-warna mencolok. Sehingga solusinya dapat menggunakan Kayu ekspose dengan plituur /warna kayu natural pada lantai, dinding dan atap (rangka atap ekspose) juga memberikan kesan menentramkan. Kemudian gangguan dari bau misalnya posisi toilet yang tidak memperhitungkan sirkulasi udara, dapat menyebabkan bau yang masuk ke area sholat. Sehingga solusinya dengan mengupayakan  toilet berada pada sisi terjauh dari area Sholat, dengan jendela bukaan kearah halaman luar, atau gunakan Exhaust fan