RUMAH SAKIT

Pelayanan kesehatan merupakan sebuah konsep yang digunakan untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Pelayanan kesehatan merupakan sebuag upaya yang diselenggarakan sendiri maupun bersama-sama untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga maupun masyarakat. Pelayanan kesehatan dibedakan menjadi dua pelayanan kedokteran dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan baik, juga  memerlukan sarana maupun prasarana yang menunjang. Untuk bangunan skala besar rumah sakit juga harus mempertimbangkan bentuk bangunan yang dibuat. Bentuk denah bangunan sedapat mungkin harus simetris guna mengantisipasi kerusakan yang diakibatkan gempa. Bangunan juga harus mempertimbangkan sirkulasi udara dan pencahayaan, kenyamanan dan keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan. Untuk menentukan pola pembngunan rumah sakit baik secara vertikal maupun horisontal, disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang diinginkan rumah sakit, kebudayaan daerah setempat, kondisi alam setempat, lahan yang tersedia, dan yang penting kondisi keuangan manajemen rumah sakit.

Struktur banguna rumah sakit juga harus direncanakan dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar kuat, kokoh, dan stabil dalam memiku beban/kombinasi beban dan memenuhi persyaratan keselamatan dan serta memenuhi persyaratan pelayanan. Penentuan mengenai jenis, intensitas dan cara bekerja beban harus sesuai dengan standar yang berlaku. Untuk menentukan tingkat keandalan struktur bangunan, harus dilakukan pemeriksaan keandalan bangunan secara berkala sesuai dengan pedoman teknis atau standar yang berlaku.

Pengkategorian pembaian area atau zonasi berdasarkan kesamaan karakteristik fungsi kegiatan untuk tujuan tertentu. Untuk zonasi di rumah sakit berdasarkan tingkat resiko terjadinya penularan penyakit, zonasi berdasarkan privasi dan zonasi berdasarkan pelayanan.

Zonasi berdasarkan privasi kegiatan terdiri dari :

  • Area publik merupakan area dalam lingkungan rumah skait yang dapat diakses langsung oleh umum. Antara lain ruang rawat jalan, ruang gawat darurat, ruang farmasi, ruang radilogi dan laboratorium;
  • Area semi publik merupakan area dalam lingkungan rumah sakit yang dapat diakses secara terbatas oleh umum. Antara lain ruang rawat inap, rang diagnostik, ruang hemodialisasi;
  • Area privat merupakan area yang dibatasi bagi pengunjung rumah sakit, diantaranya yairu seperti ruang perawatan intensif, ruang operasi, ruang kebidanan, ruang sterilisasi dan ruangan petugas.

Zonasi berdasarkan pelayanan terdiri dari:

  • Zona pelayanan medik dan perawatan antara lain ruang rawat jalan, ruang gawat darurat, ruang perawatan intensif, ruang operasi, ruang kebidanan, ruang rawat inap, ruang hemodialisasi. Peletakkan zona pelayanan medik dan perawat harus bebas dari kebisingan;
  • Zona penunjang dan operasional antara lain ruang farmasi, ruang radiologi, laboratorium dan ruang sterilisai;
  • Zona penunjang umum dan administrasi antara lain ruang kesekretariatan dan administrasi, ruang pertemuan dan ruang rekam medis.

Zonasi berdasarkan tingkat risiko terjadinya penularan penyakit terdiri dari:

  • Area dengan resiko rendah antara lain ruang kesekretariatan dan administrasi, ruang pertemuan, ruang arsip/ rekam medis;
  • Area dengan resiko sedang antara lain ruang inap penyakit yang tidak menular dan ruang rawat jalan;
  • Area dengan resiko tinggi antara lain ruang gawat darurat, ruang inap penyakit menular, ruang rawat intensif, ruang bersalin, laboratorium, pemulasaraan jenazah, ruang radiodiagnostik;
  • Area dengan resiko sangat tinggi antara lain ruang operasi.